Archive for May, 2008

h1

Haha…hihi…

May 30, 2008

Kali ini mari kita keluar dulu dari bahasa Jepang, kita akan belajar bahasa korea. Tapi bagi yang punya bahasa jangan marah ya….  :-x ini hanya selingan aja biar tidak stress dengan kondisi sekarang yang lagi serba naik :-D

Apa Kabar? = Anyong Aseo

Sampai Jumpa = Anyong

Kurang Ajar = Monyong

Tidak Lurus = Men Chong

Pria suka berdandan = Ben Chong

Tiba-tiba = She Khonyong

Gak Punya Duit = No Dhong

Pengangguran = Nong Krong

Belanja = Bo Rhong

Merampok = Cho Long

Saringan Botol = Choo Rhong

Kendaraan Berkuda = An Dhong

Read the rest of this entry ?

h1

Hubungan Internasional

May 28, 2008

Sumber : Kedutaan Besar Jepang, Jakarta

Sejak bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1956, Jepang telah memainkan peranan penting sebagai anggota masyarakat internasional. Jepang juga menjadi anggota G8. Hubungan dengan negara-negara Asia lain merupakan prioritas khusus bagi Jepang.

Jepang aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang ditujukan untuk mencapai perdamaian, kemakmuran, dan stabilitas di dunia. Jepang memberikan kontribusi bagi penyelesaian isu-isu global, misalnya memerangi terorisme, membantu menjamin pertumbuhan ekonomi dunia, dan melindungi lingkungan. Jepang juga memainkan peranan aktif dalam membina stabilitas regional dengan memperkokoh hubungan dan kerjasama dengan negara-negara adikuasa dunia.

Read the rest of this entry ?

h1

Peranan Game Dalam Memacu Kecerdasan Anak

May 26, 2008

Fransiska Ari Wahyu – detikinet

Video Game Dance Revolution (ist)

Thailand – Dalam sebuah penelitian, video game ternyata bisa membawa banyak dampak positif seperti meningkatkan kecerdasan, kreativitas, serta� kemampuan dalam mengambil keputusan.

Hal ini diungkapkan oleh peneliti dari Penn State, Thailand. Disebutkan bahwa video game yang mampu memicu energi dan mood positif bagi gamer akan meningkatkan kreativitas.

“Video game bukan sekadar hiburan. Kami mencoba untuk mengungkap bahwa video game dapat digunakan untuk pendidikan,” ujar S. Shyam Sundar, sang peneliti, seperti dikutip detikINET dari Thaindian, Minggu (25/5/2008).

Dalam penelitian itu, 98 responden diminta memainkan video game populer macam Dance Dance Revolution, dengan berbagai tingkat kesulitan. Setelah itu mereka menjalani tes.

“Kami menggunakan dua variabel emosional, yakni tingkat� kegembiraan secara fisik (arousal) dan perasaan negatif atau positif (valence),” tambah Elizabeth Hutton, rekan Sundar.

Terlihat bahwa gamer yang memiliki tingkat arousal yang tinggi dan mood positif lebih berpotensi mencetuskan ide baru untuk mengatasi masalah. Begitu pula gamer yang memiliki arousal rendah dan mood yang negatif.

Gamer yang memiliki suasana hati gembira atau sedih memiliki kreativitas yang paling tinggi, sebaliknya gamer yang marah atau santai cenderung kurang kreatif. Jadi kunci kreativitas adalah arousal yang tinggi atau rendah. Arousal yang sedang-sedang saja tidak memicu kreativitas.

“Kami melihat bahwa elemen emosional dalam game dapat berperan sebagai mesin pemicu kreativitas dan kemampuan mengatasi masalah,” tandas Sundar.

Ia juga menambahkan bahwa video game dapat digunakan di kelas untuk meningkatkan kreativitas siswa dan di perusahaan untuk meningkatkan kemampuan mengambil keputusan.

h1

Pemerintahan

May 23, 2008

Sumber : Kedutaan Besar Jepang Jakarta

Konstitusi (Undang-Undang Dasar) Jepang yang mulai berlaku pada tahun 1947, didasarkan pada tiga prinsip : kedaulatan rakyat, hormat terhadap hak-hak asasi manusia, dan penolakan perang. Konstitusi juga menetapkan kemandirian tiga badan pemerintahan – badan legislatif (Diet atau Parlemen), badan eksekutif (kabinet), dan badan yudikatif (pengadilan).

Diet, yaitu parlemen nasional Jepang, adalah badan tertinggi dari kekuasaan negara, dan satu-satunya badan negara pembuat undang-undang dari negara. Diet terdiri dari Majelis Rendah dengan 480 kursi dan Majelis Tinggi dengan 242 kursi. Semua rakyat Jepang dapat memberikan suaranya dalam pemilihan setelah mencapai usia 20 tahun.

Gedung Diet Nasional                                       Suasana sidang paripurna Diet

Jepang menganut sistem pemerintahan parlementer seperti Inggris dan Kanada. Berbeda dengan rakyat Amerika atau Prancis, rakyat Jepang tidak memilih presiden secara langsung. Para anggota Diet memilih perdana menteri dari antara mereka sendiri. Perdana menteri membentuk dan memimpin kabinet menteri negara. Kabinet, dalam menjalankan kekuasaan eksekutif, bertanggung-jawab terhadap Diet.

Kekuasaan yudikatif terletak di tangan Mahkamah Agung dan pengadilan-pengadilan yang lebih rendah, seperti pengadilan tinggi, pengadilan distrik, dan pengadilan sumir. Mahkamah Agung terdiri dari Ketua Mahkamah Agung, dan 14 Hakim lainnya, semuanya ditunjuk oleh kabinet. Kebanyakan kasus ditangani oleh pengadilan distrik yang bersangkutan. Juga ada pengadilan sumir, yang menangani kasus seperti pelanggaran lalu-lintas, dll.

Di Jepang terdapat 47 pemerintah daerah tingkat prefektur (semacam propinsi) dan lebih dari 3300 pemerintah daerah pada tingkat bawah. Tanggung-jawab mereka meliputi : pengadaan pendidikan, kesejahteraan, dan pelayanan lain serta pembangunan dan pemeliharaan prasarana, termasuk utilitas. Dengan berbagai kegiatan administratif yang dilakukannya, terjadi kontak erat antara mereka dan penduduk setempat. Para kepala pemerintahan daerah serta anggota parlemen daerah dipilih oleh rakyat setempat melalui pemilihan.

h1

Bendera Nasional dan Lagu Kebangsaan

May 22, 2008

Sumber: Kedutaan Besar Jepang

Bendera nasional Jepang disebut Hinomaru. Mulai dipakai sebagai bendera nasional pada akhir abad ke-19. Bendera ini menggambarkan matahari sebagai lingkaran merah berlatar belakang putih.

Lirik (kata-kata) dari lagu kebangsaan Jepang, “Kimigayo“, berasal dari sebuah puisi bersuku-kata 31, yang disebut waka, digubah pada abad ke-10.
“Kimigayo” menjadi bentuknya yang sekarang pada paruh akhir abad ke-19 ketika ditambahkan melodinya. Kata-kata lagu ini merupakan doa bagi perdamaian dan kemakmuran abadi di Jepang.


h1

Keluarga Kekaisaran

May 21, 2008

Sumber: Kedutaan Besar Jepang, Jakarta

Berdasarkan Konstitusi Jepang, Kaisar adalah lambang negara dan persatuan rakyat. Kaisar tidak mempunyai kekuasaan yang terkait dengan pemerintah. Kaisar Akihito naik takhta sebagai Kaisar Jepang ke-125 pada tahun 1989.

Para anggota Keluarga Kekaisaran menerima tamu-tamu negara dari berbagai negara lain, dan melakukan kunjungan ke luar negeri. Melalui kegiatan demikian serta kegiatan-kegiatan lainnya, mereka menjalankan peranan penting dalam meningkatkan persahabatan internasional.

Para anggota Keluarga Kekaisaran juga membina kontak luas dengan warga Jepang dengan hadir pada bermacam-macam acara penting yang berlangsung di seluruh negeri dan melakukan kunjungan ke fasilitas-fasilitas bagi para penyandang cacat dan para manula. Keluarga Kekaisaran dihormati secara luas oleh rakyat Jepang.

Keluarga Kekaisaran Jepang
Duduk, dari kiri : Putri Mahkota Masako, Putri Aiko (dipangku), Kaisar Akihito, Permaisuri Michiko dan Putra Mahkota Naruhito.
Berdiri, dari kiri : Putri Sayako, Putri Mako, Pangeran Akishino, Putri Kako dan Putri Akishino.
Foto diambil Desember 2004 (Imperial Household Agency)