
Seminar Bhs Jepang
August 13, 2008
Pada hari Sabtu tanggal 9 Agustus 2008 saya mengikuti seminar bahasa Jepang yang diadakan oleh ASPBJI (Asosiasi Studi Pendidikan Bahasa Jepang Indonesia) yang bekerjasama dengan The Japan Foundation, Jakarta dan UHAMKA, Jakarta. Tema yang diangkat dalam seminar kali ini adalah Korespondensi (surat menyurat) dan Percakapan (komunikasi).
Seminar yang diikuti oleh para pengajar PT dan lembaga Kursus ini merupakan hal yang baru bi saya untuk menambah wawasan tentang materi ajar yang diberikan di PT dan Lembaga Kursus. Meskipun dalam seminar tersebut tidak dijelaskan bagaimana pembuatan korespondensi bisnis dalam bahasa Jepang. Pada waktu saya kuliah dulu saya tidak mendapatkan materi korespondesi terutama korespondensi bisnis. Korespondensi ini tidaklah mudah seperti yang disampaikan oleh Direktur The Japan Foundation Bapak Kanai Atsushi bahwa di Jepangpun tidak semua pegawai yang bekerja di perusahaan bisa mengerti korespondensi dengan baik. Jadi tidak salah kalau materi ini diberikan kepada mahasiswa untuk bekal mereka nanti jika bekerja di perusahaan Jepang. Banyak PT dan Lembaga Kursus di Jabodetabek seperti UI, Unsada, Binus dll memasukkan materi ini ke dalam kurikulum pendidikan mereka.
Tetapi yang sangat menarik dari tema ini adalah Percakapan, bukan korespondensi tidak menarik bagi saya tetapi
materi ini tidak diberikan di sini (Pusdiklat Bahasa). Ditambah lagi ini hanya berupa hasil analisa para pengajar bahasa Jepang di beberapa PT dan tempat kursus yang memberikan mata kuliah korespondesi bisnis jepang. Kemudian pokok bahasan apa saja yang diberikan dalam mata kuliah tersebut. Seperti, jenis-jenis surat, jenis surat niaga, dokumen niaga, dokumen-dokumen dan lain-lain. Ini hanya bersifat tukar pikiran saja antar pengajar yang memberikan mata kuliah ini kepada mahasiswanya. Meskipun begitu ada juga beberapa pengajar yang tidak mengetahui bahwa pokok bahasan-pokok bahasan tersebut diberikan di tempat mereka mengajar. Mungkin kurangnya informasi.
Kemudian juga disampaikan atau dijelaskan laporan para para peneliti yang terdiri dari para pengajar bahasa Jepang termasuk pengajar dari The Japan Foundation, Jakarta terhadap para lulusan Program Studi Bahasa Jepangdi wilayah Jabodetabek tentang Penggunaan Bahasa Jepang di Tempat Kerja yang menggunakan metode pengumpulan data berupa angket, wawancara, dan dokumen perusahaan. Ternyata didapat dari empat kemampuan berbahasa (berbicara, mendengar, menulis, dan membaca), berbicara dan mendengar sangat sering digunakan ketika berbicara dengan atasan orang jepang dan staff jepang. Sementara kesulitan yang dialami ketika berbicara dan mendengar dengan orang jepang adalah masalah dialek dan cara bicara orang jepang yang cepat. Sedangkan dalam hal membaca dan menulis, para karyawan yang bekerja di perusahaan jepang sering membaca e-mail dan dokumen-dokumen perusahaan, memo atau tulisan tangan dan ini juga merupakan hal yang sangat sulit karena keterampilan membaca lebih sering dipergunakan dibandingkan dengan keterampilan menulis. Sehingga disarankan pada waktu mengajarkan kaiwa (percakapan) tidak ada salahnya kalau keterampilan komunikasi lisan dengan latar belakang di tempat kerja.
Ini adalah sedikit gambaran tentang seminar yang saya ikuti kemarin, mungkin hasil dari seminar saya ini bisa dijadikan tambahan pengetahuan atau bagi yang sudah kita bisa berbagi pengetahuan atau wawasan tentang korespondensi. Ini baru masalah korespondensi yang saya sampaikan mengenai tema Percakapan nanti akan saya sampaikan juga diblog ini. Seperti yang sudah saya katakan di atas tema ini yang sangat menarik bagi saya.

yup saya setuju….tadinya saya pikir akan ada pembahasan atau contoh percakapan tentang bagaimana cara berkomunikasi dalam bahasa Jepang. zannen da ne…