h1

Renungan Bagi Para Orang Tua

July 23, 2008

Dalam rangka Hari Anak Nasional tidak ada salahnya kita sebagai orang tua menyisihkan sedikit waktu untuk memperhatikan dan mengingat kembali apa yang telah kita lakukan bagi anak-anak kita. Khususnya dalam hal cara mendidik mereka, karena berawal dari kitalah para orang tua generasi baru akan berkualitas baik IQ, EQ, dan SQnya.

 

 

♥ Jika anak dibesarkan dengan celaan,

ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,

ia belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dengan ketakutan,

ia belajar gelisah

Jika anak dibesarkan dengan rasa iba,

ia belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dengan olok-olok,

ia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan iri hati,

ia belajar kedengkian

Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan,

ia belajar merasa bersalah

Jika anak dibesarkan dengan dorongan,

ia belajar percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan toleransi,

ia belajar menahan diri

Jika anak dibesarkan dengan pujian,

ia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dengan penerimaan,

ia belajar mencintai

Jika anak dibesarkan dengan dukungan,

ia belajar menyenangi diri

(Dorothy Law Notle)

 

h1

Pengembangan Instrumen Tes

June 30, 2008

Kali ini saya akan mencoba berbagi tentang apa yang telah saya dapatkan selama mengikuti TOT. Minggu kemarin selama tiga hari saya bersama rekan-rekan mengikuti TOT di Badiklat dengan tema Pengembangan Instrumen Tes. Bagi saya yang berlatar belakang bukan sarjana pendidikan TOT ini sangat berguna sekali, karena materi yang disampaikan berhubungan erat dengan rutinitas selama ini sebagai seorang instruktur atau widyaiswara khususnya dalam hal pembuatan materi tes.

Sebagai seorang instruktur adalah salah satu tugasnya membuat materi tes tetapi dalam hal ini saya membuat tanpa ada pertimbangan lain dibelakangnya dan tanpa adanya pembuatan kisi-kisi tes. Kisi-kisi tes adalah sebuah matriks yang mengandung semua informasi yang diperlukan untuk menyusun tes hasil belajar/blue print tes. Ternyata kisi-kisi ini wajib dibuat sebelum membuat materi tes itu sendiri dan baiknya dilakukan secara tim bukan perorangan karena akan memenuhi salah satu persyaratan dalam penyususnan tes yaitu objektivitasnya. Perlu diketahui bahwa persyaratan dalam pembuatan materi tes adalah validitas, reliabilitas dan objektivitas. Jika ketiga persyaratan ini sudah terpenuhi maka barulah bisa dikatakan materi tes yang dibuat itu baik.

Setelah itu langkah atau tahapan yang harus kita lakukan adalah instrument penilaian yaitu merumuskan kompetensi dasar, analisis instruksional, garis besar program pembelajaran, satuan acara perkuliahan, mengembangkan kisi-kisi, dan membuat soal/pertanyaan/tugas. Yang menyangkut kompetensi dasar adalah tiga ranah/domain yaitu, kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ada tahapan-tahapan dalam ketiga ranah ini mulai dari yang dasar sampai tinggi. Kognitif dari “tahu” sampai bisa “menemukan ide-ide baru”, afektif dari “mau” sampai “menjadi kebiasaan”, dan psikomotorik dari “meniru” sampai “terampil”. Hal inilah yang nantinya menjadi salah satu acuan dalam pembuatan materi tes. Sebenarnya masih banyak lagi yang saya dapatkan tetapi untuk mengungkapkannya dalam bentuk tulisan untuk saat ini hanya seperti ini.

Kendala yang saya alami disana adalah peserta yang ikut berpartsipasi adalah instruktur yang tidak hanya mengajar bahasa sehingga sasaran yang ingin kami capai kurang maksimal. Bahasa berbeda dengan materi yang lainnya, dan untuk memahami apa yang disampaikan oleh dosen dan menerapkannya langsung itu tidak mudah. Ada perbedaan antara dosen dengan kami yang instruktur bahasa sehingga pada waktu praktek kami terutama saya mengalami sedikit masalah.

Saran saya karena TOT ini sangat bermanfaat sekali maka khusus untuk pusdiklat bahasa pelaksanaannya lebih baik dilakukan di Pusdiklat Bahasa sendiri dengan melibatkan seluruh instruktur karena bisa mengaplikasikannya langsung dan secara tim. Kalau bisa waktunya tidak hanya tiga hari tetapi idperpanjang, sehingga lebih menguasai.

h1

Alam dan Cuaca

June 10, 2008

Luas daratan Jepang 378.000 km2, yaitu satu per dua puluh lima dari luas Amerika Serikat (sedikit lebih kecil daripada Kalifornia), satu per dua puluh dari Australia, dan 1,5 kali luas Britania. (Bandingkan dengan luas daratan Indonesia : 2.027.087 km2). Tiga perempat negeri Jepang bergunung-gunung, sedangkan bagian selebihnya berbentuk dataran dan cekungan. Jepang terdiri dari rangkaian pulau-pulau yang membentang sepanjang 3000 kilometer dari utara ke selatan. Empat pulau utamanya adalah Hokkaido, Honshu, Shikoku, dan Kyushu.

Jepang dikelilingi laut. Arus hangat dan dingin mengalir melalui laut-laut di sekitarnya, sehingga membentuk lingkungan yang mendukung berkembangnya berbagai spesies ikan.

Sebagian besar Jepang berada dalam Zona Utara Beriklim Sedang dan beriklim monsun yang lembab, dengan angin tenggara yang bertiup dari Samudera Pasifik selama musim panas dan angin barat-laut yang bertiup dari benua Eurasia (Eropa-Asia) pada musim dingin.

Negeri Jepang mempunyai empat musim yang jelas batasnya. Dua dari pemandangan yang paling indah di Jepang adalah ketika bunga sakura bermekaran di musim semi dan dedaunan berubah menjadi warna-warni merah, jingga, dan kuning yang mempesonakan pada musim gugur. Rakyat Jepang menikmati petanda-petanda perubahan musim dan mengamati perkembangannya dengan memperhatikan laporan cuaca, yang menampilkan peta di mana sakura sedang bermekaran pada musim semi dan dedaunan musim gugur sedang indah-indahnya. Ujung utara dan selatan Jepang mempunyai iklim yang sangat berbeda. Misalnya, pada bulan Maret, orang dapat berjemur sinar matahari di wilayah selatan atau bermain ski di wilayah utara!


Jepang kerap dilanda berbagai bencana alam berat seperti taifun, letusan gunung api, dan gempa bumi. Bencana demikian bisa menelan banyak korban jiwa, seperti Gempa Bumi Kobe Januari 1995, maka rakyat Jepang terus berupaya keras selama bertahun-tahun agar kerusakan akibat bencana dapat ditekan seminimalnya. Jepang menerapkan teknologi canggih untuk merancang bangunan-bangunan yang tahan-gempa dan mengamati jalur angin badai dengan tingkat ketepatan yang tinggi.

Kedutaan Besar Jepang Jakarta

h1

3 Alasan Memilih Stroberi

June 4, 2008
3 Alasan Memilih Stroberi
 
Rabu, 4 Juni 2008 | 12:36 WIB

Siapa tak kenal stroberi, buah merah mungil nan cantik dengan rasa menggoda?  Dibuat jus, selai, atau dijadikan campuran dalam membuat cake, sama lezatnya. Tak hanya lezat, stroberi juga bermanfaat untuk kesehatan. Apa saja?

1. Dibandingkan dengan buah jenis berry lainnya, stroberi paling banyak kandungan seratnya. Stroberi juga mengandung anthocyanidins yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung.

2. Buah ini juga mengandung 40 mikrogram asam folat, yang sangat dianjurkan untuk ibu hamil serta baik untuk sel darah merah.

3. Selain buahnya, daun stroberi juga punya khasiat medis. Dengan minum air rebusan daunnya, kita akan terbebas dari asam urat dan nyeri sendi. Daunnya juga memiliki zat astringent. Tumbuk halus daunnya untuk dijadikan masker, sangat bermanfaat untuk mencegah kulit wajah keriput.

Sumber: Kompas.Com

 

h1

Bahasa Sunda

June 3, 2008

Bahasa Sunda

Saya mempunyai seorang anak perempuan yang sedang duduk di kelas 1 SD N yang ada di wilayah Cibinong, Bogor. Meskipun berada di wilayah  Cibinong,  sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah unggulan. Sebagai orang tua saya ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak saya.  Memang sekolah tersebut tidak sepopuler SD-SD lain yang ada di Jakarta, tetapi kualitas hasil didiknya bisa diuji alias dipertanggungjawabkan (bukan promosi lho…).
Mungkin tidak ada bedanya dengan SD-SD Negeri lain yang menggunakan kurikulum yang telah diatur oleh Depdiknas. Yang di dalamnya terdapat mata pelajaran yang akan diberikan, antara lain, IPA, Matematika, B. Inggris, B. daerah (Sunda) dan yang lainnya. Kalau boleh kita membandingkan mata pelajaran sekarang dengan mata pelajaran waktu kita SD dulu sangat jauh berbeda. Saya tidak tahu jika saya menjadi murid SD sekarang, apakah akan sanggup untuk mempelajari semua mata pelajaran tersebut. Mungkin mata pelajaran yang paling saya kuasai hanya bahasa daerah (kalau ada), karena saya tinggal di kampung dan bahasa keseharian saya adalah bahasa daerah.

Read the rest of this entry »

h1

Kebudayaan Jepang

June 2, 2008

Sumer : Kedutaan Besar Jepang Jakarta

Sepanjang sejarahnya, Jepang telah menyerap banyak gagasan dari negara-negara lain termasuk teknologi, adat-istiadat, dan bentuk-bentuk pengungkapan kebudayaan. Jepang telah mengembangkan budayanya yang unik sambil mengintegrasikan masukan-masukan dari luar itu. Gaya hidup orang Jepang dewasa ini merupakan perpaduan budaya tradisional di bawah pengaruh Asia dan budaya modern Barat.

KEBUDAYAAN TRADISIONAL

Seni pertunjukan tradisional yang masih berjaya di Jepang dewasa ini adalah antara lain kabuki, noh, kyogen dan bunraku.

Kabuki adalah sebuah bentuk teater klasik yang mengalami evolusi pada awal abad ke-17. Ciri khasnya berupa irama kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh para aktor, kostum yang super-mewah, make-up yang mencolok (kumadori), serta penggunaan peralatan mekanis untuk mencapai efek-efek khusus di panggung. Make-up menonjolkan sifat dan suasana hati tokoh yang dibawakan aktor. Kebanyakan lakon mengambil tema masa abad pertengahan atau zaman Edo, dan semua aktor, sekalipun yang memainkan peranan sebagai wanita, adalah pria.

Read the rest of this entry »

h1

Haha…hihi…

May 30, 2008

Kali ini mari kita keluar dulu dari bahasa Jepang, kita akan belajar bahasa korea. Tapi bagi yang punya bahasa jangan marah ya….  :-x ini hanya selingan aja biar tidak stress dengan kondisi sekarang yang lagi serba naik :-D

Apa Kabar? = Anyong Aseo

Sampai Jumpa = Anyong

Kurang Ajar = Monyong

Tidak Lurus = Men Chong

Pria suka berdandan = Ben Chong

Tiba-tiba = She Khonyong

Gak Punya Duit = No Dhong

Pengangguran = Nong Krong

Belanja = Bo Rhong

Merampok = Cho Long

Saringan Botol = Choo Rhong

Kendaraan Berkuda = An Dhong

Read the rest of this entry »

h1

Hubungan Internasional

May 28, 2008

Sumber : Kedutaan Besar Jepang, Jakarta

Sejak bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1956, Jepang telah memainkan peranan penting sebagai anggota masyarakat internasional. Jepang juga menjadi anggota G8. Hubungan dengan negara-negara Asia lain merupakan prioritas khusus bagi Jepang.

Jepang aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang ditujukan untuk mencapai perdamaian, kemakmuran, dan stabilitas di dunia. Jepang memberikan kontribusi bagi penyelesaian isu-isu global, misalnya memerangi terorisme, membantu menjamin pertumbuhan ekonomi dunia, dan melindungi lingkungan. Jepang juga memainkan peranan aktif dalam membina stabilitas regional dengan memperkokoh hubungan dan kerjasama dengan negara-negara adikuasa dunia.

Read the rest of this entry »

h1

Peranan Game Dalam Memacu Kecerdasan Anak

May 26, 2008

Fransiska Ari Wahyu – detikinet

Video Game Dance Revolution (ist)

Thailand – Dalam sebuah penelitian, video game ternyata bisa membawa banyak dampak positif seperti meningkatkan kecerdasan, kreativitas, serta� kemampuan dalam mengambil keputusan.

Hal ini diungkapkan oleh peneliti dari Penn State, Thailand. Disebutkan bahwa video game yang mampu memicu energi dan mood positif bagi gamer akan meningkatkan kreativitas.

“Video game bukan sekadar hiburan. Kami mencoba untuk mengungkap bahwa video game dapat digunakan untuk pendidikan,” ujar S. Shyam Sundar, sang peneliti, seperti dikutip detikINET dari Thaindian, Minggu (25/5/2008).

Dalam penelitian itu, 98 responden diminta memainkan video game populer macam Dance Dance Revolution, dengan berbagai tingkat kesulitan. Setelah itu mereka menjalani tes.

“Kami menggunakan dua variabel emosional, yakni tingkat� kegembiraan secara fisik (arousal) dan perasaan negatif atau positif (valence),” tambah Elizabeth Hutton, rekan Sundar.

Terlihat bahwa gamer yang memiliki tingkat arousal yang tinggi dan mood positif lebih berpotensi mencetuskan ide baru untuk mengatasi masalah. Begitu pula gamer yang memiliki arousal rendah dan mood yang negatif.

Gamer yang memiliki suasana hati gembira atau sedih memiliki kreativitas yang paling tinggi, sebaliknya gamer yang marah atau santai cenderung kurang kreatif. Jadi kunci kreativitas adalah arousal yang tinggi atau rendah. Arousal yang sedang-sedang saja tidak memicu kreativitas.

“Kami melihat bahwa elemen emosional dalam game dapat berperan sebagai mesin pemicu kreativitas dan kemampuan mengatasi masalah,” tandas Sundar.

Ia juga menambahkan bahwa video game dapat digunakan di kelas untuk meningkatkan kreativitas siswa dan di perusahaan untuk meningkatkan kemampuan mengambil keputusan.

h1

Pemerintahan

May 23, 2008

Sumber : Kedutaan Besar Jepang Jakarta

Konstitusi (Undang-Undang Dasar) Jepang yang mulai berlaku pada tahun 1947, didasarkan pada tiga prinsip : kedaulatan rakyat, hormat terhadap hak-hak asasi manusia, dan penolakan perang. Konstitusi juga menetapkan kemandirian tiga badan pemerintahan – badan legislatif (Diet atau Parlemen), badan eksekutif (kabinet), dan badan yudikatif (pengadilan).

Diet, yaitu parlemen nasional Jepang, adalah badan tertinggi dari kekuasaan negara, dan satu-satunya badan negara pembuat undang-undang dari negara. Diet terdiri dari Majelis Rendah dengan 480 kursi dan Majelis Tinggi dengan 242 kursi. Semua rakyat Jepang dapat memberikan suaranya dalam pemilihan setelah mencapai usia 20 tahun.

Gedung Diet Nasional                                       Suasana sidang paripurna Diet

Jepang menganut sistem pemerintahan parlementer seperti Inggris dan Kanada. Berbeda dengan rakyat Amerika atau Prancis, rakyat Jepang tidak memilih presiden secara langsung. Para anggota Diet memilih perdana menteri dari antara mereka sendiri. Perdana menteri membentuk dan memimpin kabinet menteri negara. Kabinet, dalam menjalankan kekuasaan eksekutif, bertanggung-jawab terhadap Diet.

Kekuasaan yudikatif terletak di tangan Mahkamah Agung dan pengadilan-pengadilan yang lebih rendah, seperti pengadilan tinggi, pengadilan distrik, dan pengadilan sumir. Mahkamah Agung terdiri dari Ketua Mahkamah Agung, dan 14 Hakim lainnya, semuanya ditunjuk oleh kabinet. Kebanyakan kasus ditangani oleh pengadilan distrik yang bersangkutan. Juga ada pengadilan sumir, yang menangani kasus seperti pelanggaran lalu-lintas, dll.

Di Jepang terdapat 47 pemerintah daerah tingkat prefektur (semacam propinsi) dan lebih dari 3300 pemerintah daerah pada tingkat bawah. Tanggung-jawab mereka meliputi : pengadaan pendidikan, kesejahteraan, dan pelayanan lain serta pembangunan dan pemeliharaan prasarana, termasuk utilitas. Dengan berbagai kegiatan administratif yang dilakukannya, terjadi kontak erat antara mereka dan penduduk setempat. Para kepala pemerintahan daerah serta anggota parlemen daerah dipilih oleh rakyat setempat melalui pemilihan.